Jumat, 16 Oktober 2015

Karena semua butuh restu tuhan

Karena semua butuh restu tuhan..

Awal nya berjalan biasa saja.. Tak ada kecaman dari siapapun, karena aku masih menyembunyikan status ku dengan kekasih ku ini.. 
Lambat tahun akupun lelah menyembunyikan ini semua, kita berdua sudah berani tampil di soamed berdua, sebutan sayang sudah tak lagi malu kita tunjukan. Akhirnya semua bertanya, mungkin mereka penasaran dengan hubungan kita... Edo sebut saja dia edo, edo memposting foto kita berdua saat liburan minggu lalu, keterangan dalam foto itu membuat aku tersimpu bahagia.. Sebenarnya simpel tapi entah kenapa kata kata itu membuat aku tenang...
" dear kekasih ku... Apapun yang akan terjadi kamu tetap milikku seutuhnya, karena semua akan indah jika tuhan selalu bersama kita, tuhan selalu memberkati hubungan kita sayang tak akan ada yang bisa membuat kita jauh, selain tuhan yang abadi.. Tak akan ada yang akan memisahkan kita karna tuhan selalu bersama kita... Semua abadi dalam doa bapak di surga. Amin"

Dan apa yang terjadi... Setelah postingan itu muncul semua orang menghujat ku, ada pula yang memberiku motivasi, semangat dan ada juga yang tak suka dengan hubungan kita.
Kalian pasti bertanya tanya apa yang salah dengan foto itu.. Apa ada yang salah dengan kata kata nya, bukan itu yang mereka komentari, hanya lantaran kita berdua beda keyakinan aku seorang muslimah dan dia seorang umat kristiani... 

Keluarga ku memprotes keras hubungan ku dengan nya... Namun aku jelaskan pada kedua orang tua ku, bahwa aku mencintainya karena kebaikanya karena toleransinya kepada ku.. Bukan semata mata hanya cinta saja... Mereka tak ambil diam semua sepakat menjauhkan aku dari edo namun edo juga tidak mau ambil resiko jika terus keruh tidak baik pula untuk hubungan kita berdua.. Bukan hanya keluarga ku yang melarang keras hubungan ini. Tapi keluarga edo pun demikian, ibu bilang jika memang edo serius dengan mu siap menikahi mu... Ajak dia masuk agamamu dan ibu beserta keluarga mu akan betul betul merestui hubungan kalian, aku hanya diam tak memprotes omongan ibu, aku lelah harus bertengkar dengan mereka.. Terkadang akupun ingin sudahi ini semua namun rasa berat masih menglayut dalam hati... Cinta ku besar untuk edo. 
Keluarga edo sudah cukup mengerti mereka masih menghargai ku jika aku dibawa edo ke acara keluarga mereka, tapi keluarga ku mereka masih tak ramah apalagi ayah beliau lah yang sangat berwatak keras... 
Ibu edo sangat baik sekali... Beliau bilang.. Lanjutkan saja hubungan kalian berdua sampai dimana akhirnya. Ibu tak akan memaksa mu untuk mengikuti keyakinan kami, karena ibu tau semua orang punya hak atas mencintai dan dicintai mungkin ini takdir tuhan yang mempertemukan kalian berdua... 
Aku hanya tersenyum menyambut kata kata ibu edo yang begitu bijak, andai kedua orang tua ku demikian mungkin aku dan edo selalu baik baik saja...

Hubungan ku dengan edo sudah agak renggang.. Walaupun kami sebenarnya masih pacaran, kita bertemu hanya di kampus saja, setelah itu kita tak pernah ketemu lagi.. Ibu menyangka hubungan aku dengan edo sudah selesai. Karena edo sudah jarang sekali main kerumah,

Tiga bulan berikutnya...
Ibu mengatakan kepada ku, akan membawa ku ke solo tempat eang putri ku, katanya aku akan di kuliahkan disana.. Aku tak bisa banyak bicara ayah ku yang merencanakan ini semua, beliau tau jika aku dan edo masih berhubungan.. Aku hanya diam.. Semua sudah siap pindah, mereka yang mengurus kepergian ku esok hari.. 
Aku menulis pesan singkat untuk nya..
" edo... Aku akan selalu merindukan mu, selalu mencintai mu.. Hingga tuhan merestui kita bersama, maaf aku tak bisa menemui mu terlebih dahulu, ayah ku selalu mengawasi gerak gerik ku, aku begitu rinduu ingin hati memeluk mu sayang... Semoga kita selalu bersama love you "

Edo : " aku akan selalu meminta pada tuhan yesus agar kita di pertemukan dengan keadaan baik, semoga kita bisa melewati ini semua sayang, aku juga akan selalu merindukan mu.. Selesaikan kuliah mu di solo, jika ada waktu luang pasti akan ku temui kamu disana... Semoga tuhan memberkati kita amin love you too..."

 Aku brangkat menggunakan pesawat dari jakarta menuju solo.. Aku tak banyak bicara pada kedua orang tua ku.. Mereka juga tidak banyak bertanya padaku, perjalanan sudah semakin dekat akhirnya akupun sampai di kediaman eang putri. Assallamualaikum eang... Alhamdulillah kalian sudah sampai ayo mari silahlan masuk nduk cah ayuuu eang kangen sekali sama kamu... Eang langsung memeluk ku erat.. 
Sudah hampir satu tahun aku tinggal di solo bersama eang... Edo mengabari ku jika sore ini dia terbang dari bandung langsung menuju solo.. Hati ini sudah tak bisa tenang rasanya, rindu ku sudah menumpul banyak pada edo satu tahun lebih kita tak bertemu hanya komunikasi lewat dunia maya. 
Eang... Dalem, ada apa nduk ? Besok aku mau ijin keluar yah dari pagi ada acara kampus kira kira acara keluar sampai sore boleh ? Loh... Bukanya kamu sudah libur? Kok masi ke kampus ajah? Iah eang ada acara anak baru masuk kuliah kan tahun sekarang banyak pendaftaran mahasiswa baru, aku kemarin ikut andil dalam kegiatan itu... Iah sudah tapi ingat selalu kabari eang dimana kamu berada..! Siaap eang trimakasih... Aku tidur dulu yah sudah mengantuk. 

Ke esokan harinya...
Aku sudah siaap bertemu edo, kekasih ku yang lama tak kutemui.. Berdebar rasa jantung ku gugup tak karuan seperti baru pertama kali bertemu di sebrang jalan depan kampus ku aku menunggu, di caffe arabika house masih sepi, hanya ada beberapa pelanggan yang sedang mengopi disini... Mata ku tak tenang melirik kesetiap arah, cepatlah muncul aku sudah tak sabar ingin sekali bertemu...
Dan akhirnya... 
Mariam... Aku berbalik badan saat nama ku di sebutnya, dan jelas sekali aku bisa memandang nya dari jarak paling dekat, aku berdiri dan langsung ku peluk tubuhnya parfum itu masih sama.. Aku berbisik padanya... Aku sangaaaat merindukan mu sayang...
Lalu dia menjawab akupun sama..
Kami kembali bertatapan, duduk saling melontarkan senyum tak hayalnya tangan ini enggan dilepaskan dari genggamanya.. 
Lama sekali berbincang bincang, lamanya tahun kini terbayar juga rinduku akhirnya aku dipertemukan lagi dengan edo, trimakasih tuhan, rencananya edo dua hari ada di solo katanya dia ingin sekali lama disini namun tugas kuliah dan perkerjaan di bandung sudah menunggu, edo juga pindah dari jakarta ke bandung, karena orang tuanya edo ikut ibu setelah perpisahan orang tuanya 3bulan yang lalu.. 
Cepat sekali waktu ini berlalu, tak terasa sudah harus berpisah lagi denganya, aku antar dia di bandara. Aku tahan air mata ini supaya tidak menetes namun apa daya saat dia mencium kening ku lama akhirnya aku menangis juga.. Kita sama sama berjuang semoga hasilnya baik untuk kita aku mencintai mu semoga darah yesus selalu melindungi mu, puji tuhan kau selalu dalam ke adaan sehat, jaga dirimu baik baik yah mariam... Aku pulang sayang. Iah amin makasih edo doa mu selalu membuat ku tenang, allah juga akan selalu menjaga mu hati mu.. Dan kita, bismillah yah sayang hati hati dijalan cepat kabari aku, jika kau sudah sampai sana. Pelukan tetahiiir dari ku ucap edo... Daaaah... Aku pergi setelah edo tak lagi bisa ku lihat dia sudah masuk selamat jalan sayang i love you. 
Sekembalinya aku dari bandara ibu menelpon ku, beliau bilang pekan depan akan ke solo bersama ayah, katanya ayah ku ada bisnis dengan teman masa kecilnya dulu di solo, sekalian silaturahmi katanya seperti itu. Aku disuruh mengosonhkan waktu di hari yang sudah di tentukan ayah. Katanya ayah akan memeperkenalkan aku dengan keluarga sahabatnya itu. Yah aku hanya menanggapi biasa saja, berat hati rasanya aku malas sekali kalau harus datang ke acara keluarga semacam ini, paling obrolanya sama seperti yang dulu anak mu berapa, sekarang kuliah diamana bagaimana jika anak kita di jodohkan saja ah omong kosong semuanya !

Sudah bu.. Aku mengantuk telponya nanti lagi yah aku ingin tidur. Lalu ku matikan ponsel ku dan aku tidur.
Ibu dan ayah sudah ada di solo, aku tak bebas lagi ayah selalu mengawasi kudisini aku pun pulang kuliah harus langsung pulang bukan supir eang yang menjemput ku melainkan ayah ku sendiri yang menjemput ku, yah beginilah aku.. Maklumlah aku anak perempuan satu satunya di keturunan keluarga ayah ku, bukan cuman ayah yang overprotektif eang om tante ku semua begitu, untung sajah kedua kakak laki laki ku tak tinggal satu atap dengan ku kalau mereka ada yaaaahsudah habislah waktu ku hanya dengan keluarga dan keluarga..
Hari ini aku di jemput ayah, beliau ingin membawa ku ke rumah sahabat nya waktu kecil katanya mau silahturahmi dan membicarakan bisnis baru ayah.
Aku sih sebenarnya malas sekali ikut ikutan dalam acara macam ini. Kenapa harus melibatkan anak anak si kan ini bisnis orang tua, aaaaaahk !!!! Sudahlah aku muaak. 
Ku pasang hetshet aku mengenakan hijab, ini alasan kuat orang menghujat ku saat foto aku dan edo di posting. Yah sudahlah semua sudah terjadi. Tak lama tibalah aku di kediaman sahabat ayah.. Rumahnya cukup besar klasik sekali aku suka klasik aku menikmati pemandangan sekitarnya sangat unik, kata ayah beliau ini adalah seorang seniman yaaaah... Sudah ku duga dari gaya rumahnya yang begitu nyentrik dan sangat berkelas.
Kami di persilahkan masuk. Dan yang membuat aku kaget ternyata sahabat ayah ku ini adalah dosen mata kuliah kesenian ku. Astagaaaa kok bisa kebetulan seperti ini. Pak Akrib hey ini anak didik ku.. Loooh kalian sudah saling kenal toh sambung ayah, tentulah priyo ini murid ku. Ayo masuk masuk, istri pak akrib cantik sekali.. Seketika aku matikan musik dalam iphone ku. Aku menghargai pertemuan ini karena di depan ku sekarang adalah dosen dan sahabat ayah ku. Kalian cuman berdua mana gilak, gilak belum pulang dia masih di sanggar sepertinya. Sebentar lagi mas sambung istri pak akrib. Ibu dan ayah asik dalam obrolan masing masing aku permisi ke belakang rumah disana ada tempat yang nyaman sepertinya untuk ku mendengarkan musik. Ayah dan ibu memberiku kebebasan dirumah ini. 
Selamat malam... Loh ini toh gilak yang dulu masih kecil krib, wah iyoh toh ini anak ku satu satunya yang puaaaaliiiing ganteng tenan.. Hahaha bapak ini bikin gilak malu saja, semua tertawa.. Bu.. Mariam kemana tadi si dia pamit keblakang yah.. Loh yoh panggil sini to bu, gilak sudah datang.
Aku di panggil ibu katanya anak pak akrib sudah datang yaah... Yah... Ku turuti saja apa kata mereka. Sesampainya di dalam aku di perkenalkan dengan anak pak akrib,  mariam kenalkan ini anak bapak satu satunyaa sepertinya pak akrib begitu bangga dengan anaknya ini.. Hallo... Hey kami saling berjabat tangan sambil ku sebutkan nama ku, mariam dan dia juga menyebutkan namanya aku gilak. 

Singkat cerita 
Saat pertemuan pertama aku belum meresponya ibu dan ayah bilang kalau aku harus sering sering main ke kediaman  pak akrib dan jalan bersama anaknya.. Yah sudah ku baca glagat ayah dia ingin menjodohkan aku dengan gilak, semua berjalan normal kembali ayah dan ibu sudah kembali ke jakarta, aku tinggal bersama eang lagi tentram damai... Namun sesekali ayah selalu mengontrol ku. Kakak pertama ku, hari ini datang.. Katanya dia kangen sekali padaku, mungkin sudah 3tahun lamanya kita tidak bertemu dia sekarang tinggal di bali.. Disana dia menjalankan bisnis kecil kecilan yah distro begitulah, bekal dari ayah dia sudah mandiri kini.. Rencananya dia akan segera menikah pilihan terbaik keluarga sama halnya aku mungkin akan segera menyusul di jodohkan ayah dan ibu.
Siang ini aku di kagetkan dengan kakak ku yang datang tiba tiba di kampus ku.. Mariiiiiiiiiaaaaaaam !!!! Dia melabarkan lengan tanganya berisyarat aku harus lari dan memeluknya. Mas yudaaaa aku berlari dan memeluknya aku kangeeen mas, adik bontot ku sudah dewasa sekarang tambah cantik, ah mas yuda gombal deh hahaha... Ayo kita keliling solo hari ini kita harus bersenang senang tapi eang ? Mariam aku sudah ijin ke eang kalau hari ini aku ingin kangen kangenan sama ade ku yang satu ini. Ayo masuk mobil.. Kamu mau telpon siapa ? Pak min.. Ngapain telpon pak min. Takut nanti jemput ke kampus mas, kan kasian kalau dia nanti nungguin aku.. Udaah ga usah tadi aku pamit sama eang udah aku bilang ga usah jemput kamu lagi.
Kita berdua hari ini bebas sekali dari siang sampai larut malam baru pulang, eang tak mengomel karena mas yuda sudah dipercaya menjaga ku. Malam ini rasanya aku rindu sekali dengan edo, coba ku hubungi dia.. Tapi.... Telfonya sibuk, ah mungkin dia sedang trlfonan dengan rekan kerjanya.. Coba nanti aku telfon lagi. Hmm.. Aku bbm ajah dia 

Mariam : " malam edo... Entah kenapa malam ini aku rindu sekali, tadi aku tlpn kok sibuk ? Kamu masih sibuk yah sekarang? Kl sudah ada wkt luang kbri aku yah syg :) "

Dua jam kemudian 
Edo : " maaf aku baru balas sekarang, jam brp km tlfn.. Mungkin tadi aku msh d kantor ada sdkit lembur, yah sama aku jg rindu namun bagaiman lagi kita harus sabar... Apa km sdh tidur ?"

Mariam : " aku blm tdr, km sudah d rmh.. Ini sdh hampir pagi apa tdk bisa pekerjaanya di tunda besok?

Edo : " tidak bisa ini sangat penting. Yah sdh aku tdr yah bsk ada presentasi aku harus siapkan tenaga dan konsentrasiku besok pagi. Km tdr dah.. Smpai besok.

Mariam : " iah, selamat tidur sayang...." 

Akhir akhir ini edo lebih fokus ke pekerjaanya.. Bbm ku selalu di abaikan, kalau ga di balas, yah cuman di baca saja. Mungkin dia disana benar benar sibuk entahlah aku tidak tahu.
Kita sudah jarang komunikasih, tlfn ku kadang di angkat tapi banyak tak diangkatnya... Kalau di tanya kenapa pasti dia jawab aku sibuk di kantor, aku jadi tidak yakin untuk memperjuangkan ini semua... Dia sudah berubah semenjak sudah bekerja.. 

Hari ini eang ulang tahun, semua kumpul disini, kakak ku yang kedua pun datang dia tinggal di malaysia sekarang ikut istrinya. Sudah di karuniai putri satu.. Rumah eang ramai sekali, semua sanak saudara hadir.. Eang mempunyai anak 5 semuanya laki laki.. Dan cucu eang dominan juga laki laki hanya aku yang perempuan.. Yah disini aku merasa paling cantik tidak ada yang menandingi hanya yasmin putri dari kakak ku saingan ku di keluarga ini hehehe... Setiap anak eang ku mempunyai 3orang anak. Acara ulang tahun eang di barengi dengan acara lamaran kakak pertama ku.. Besok paginya. Entah kenapa seketika aku lupa dengan edo, mungkin kita terbiasa tak berkomunikasih. Semakin jauh hubungan ini.
Calon kaka ku dari keluarga terpandang, dulu kaka diperkenalkan dengan mba gendis itu dari ibu.. Beliau asli solo, orang nya cantik lembut, sopan dan berpendidikan.. Dulu kaka ku sebelum ini juga di sudah punya kekasih namanya adinda dia orang jakarta sewaktu kaka masih di jakarta, adinda pun sama dia anak yang terpandang namun ibu dan ayah tidak menyukainya karna penampilan dan sopan santunya jadilah mas yuda di ungsikan ke malaysia untuk s2 biar jauh dengan adinda, ibu pernah berpesan kepada mas yuda, katanya jika iah memang jodoh terbaik tuhan di tinggal jauh sekalipun keluar negri dia akan tetap menanti mu hingga kau lulus dan sukses, akhirnya semua terjawab adinda memutuskan hubungan dengan mas yuda dan menihkah dengan mantan pacarnya yang terdahulu. Sebenar nya akupun sedang berkaca dari mas yuda, mungkin ibu dan ayah menjauhkan aku dengan edo, seperti ini. Dan yang paling penting pilihan orang tua tidak akan pernah salah dan keliru untuk anak anaknya.
Acara semakin dekat... Semua sudah berkumpul kita sudah bersiap. Untuk brangkat ke kediaman mba gendis. Sampailah kita di rumah mba gendis, saat mba gendis di panggil keluar ruangan semua terpancar bahagia melihat penampilan mba gendis yang begitu anggun di balut busana serba silver dan hitam cantik, manisnya senyum itu... Mas yuda tak hentinya memandang mba gendis tanpa berkedip hihihi aku senggol dia lalu melirik ku.. Awas pingsan gurau ku padanya semua malah mendengar gurauan ku alhasil semua tertawa.. Mba gendis di tuntun ibunya menuju mas yuda yang sudah siap akan menyematkan cincin kepada jari manis mba gendis. Yah alhamdulillah semua berjalan lancar..
Triiiiiing hp ku berbunyi aku pikir itu edo, ternyataaaaaaa !!! Gilak, selamat malam besok sepulang kuliah ada acara ? Aku boleh minta tolong?

" hay mas... Mlm, besok ada sedikit plajaran tambahan itupun kl dosen aku masuk hihihi.... Emg mas mau ajak aku kemana jalan" yah hahaha boleh minta tolong apa mas?"

Sambil senyum" sendiri aku membalas pesan mas gilak, entahlah aku sama sekali tak memikirkan edo saat ini... 

Ke esokan harinya...
Aku sudah di depan kampus mu, pesan masuk dari mas gilak, aku terkejut saat membacanya kita janjian jam 5 sore, ini masih jam 3 dia itu over waktu atau bagaimana sih -_- aaaaah sudahlaah... 
Aku : Bukanya kita janjian jam 5 kok jam segini sudah ada di depan kampus?

Mas gilak : iah... Tadi aku abis dari sanggar ga tau mau kemana lagi, yah mending nunggu km saja di kampus biar ga bolak balik hehehehe

Aku: iah mas tp kan masih lama bgt... 
Aku coba tengok ke depan kampus dia ada di caffe langganan ku.. Duduk dengan membaca buku memesan secangkir kopi dan makanan pendamping lainya uuuhhh kereeen sekali. 
 Mas gilak : sudah tidak apa apa lagian aku jg disini sekalian mau ketemu teman lama ku, hehehe santailah...

Untung nya dosen tak datang, aku bisa cabut lebih awal meninggalkan kampus... Sudah jam set 5.

Aku : mas. Aku sudah selesai kuliah, km masih di caffe depan ? Aku kesitu sekarang.

Mas gilak : masih... Iah, hati hati dijalan yah kl tdk bisa menyebrang tlfn aku saja hahahahaha 

Tak lama kemudian... 
Sore mas.. Hey kamu kapan nyampe tiba tiba ada disini saja, tadi aku pake jurus bayangan mas jd ga keliatan deh aku udah sampe sini ajah hahahaa...! Oh iah kenalin ini temen aku arga.. Mariam, dan ini nala hey aku mariam.. Silahkan duduk mariam, aku dian mengikuti pembicaraan mereka yang akupun sebenarnya tidak tahu apa isinya mereka tertawa aku ikut tertawa mereka senyum aku ikut senyum... Mariam... Iah, mas.. Kamu mau pesan apa ? Tanya mas gilak. Aku pesan coklat panas saja mas... Tidak suka kopi ? Sahut nala, oh tidak nala aku tidak suka hehehe... Nala... Gadis cantik putih ideal sekali, aku sampai minder duduk disamping nala.. Mariam kamu ambil jurusan apa ? Tanya arga, aku ambil sastra Wah kalau gitu kamu sama gilak pas dong ... Hah !! Maksud nya ? Ohehehe tidak maksud aku kamu dan gilak satu jurusan.. Kamu mau tidak bergabung dengan teater kita kebetulan kita mau ada rencana buat satu drama yah butuh banyak orang dari berbagai universitas, hemm boleh boleh, kita latihan dimana ? Kita latihan di sanggar gilak sambung nala.. Kamu bisa nari ? Aku... Nari.. Yang kalau belajar mungkin bisa nala... Obrolan kami sampai malam.. Aku lupa menghubungi eang kalau hari ini aku pulang agak malam telfon sudah berkali kali masuk.. Maaf sebelumnya.. Aku harus pulang, sudah malam.. Nanti kita sambung lagi obrolan ini. Mariam kamu itu lucu yah kaya anak SMP tau jam segini sudah suruh pulang hahaha arga menertawai ku.. Aku hanya membalas dengan senyuman... Tunggu. Kamu mau pulang ? Iah mas, biar aku yang antar... Loh !!! Nala berdiri dari tempat duduk nya... Trs aku ? Kan kamu kesini sama arga bisa di antar arga pulang. Rasa tak enak hati baru kenal mereka sudah begini... Dia titipan papah jawab mas gilak mereka berdua saling bertatapan.. Papah menitipkan dia sama aku jd dia tanggung jawab aku kl ada apa apa dijalan papah bisa marah besar sama aku.. Nala mengernyitka dahinya bibir ny di tekuk ke bawah aku bisa mengartikan ekspresinya itu sebagai tanda bahawa dia itu cemburu padaku.
Sampai nanti yah aku pamit pulang... Arga melambaikan tanganya iah hati hati dijalan, namun nala... Dia hanya diam !

Mas... Iah, kenapa ? Aku tidak enak sama teman teman mas... Aku kan bisa telpon supir untuk menjemputku... Biarkan mereka aku ini punya tanggung jawab. Maksud kamu ? Mas gilak diam tak menjawab pertanyaan ku dia melajukan mobilnya... Sifatnya itu penuh teka teki, diam tanggung jawab, cool, cuek tapi perhatian hehehe...
Sampailah aku di rumah... Dia menuntun ku mas... Dia sama sekali tak menjawab panggilan ku... Selamat malam tok..tok..tok.. Sebetar... Kakak ku yang keluar gilak... Hay mas apa kabar? Kok bisa !! Baru pertama bertemu mas yuda sudah seakrab ini aku makin bertanya tanya siapa sebenrnya gilak ! Maaf tadi aku ajak dia diskusi dulu di sanggar aku mau mengajak mariam ikut serta di teater yang aku garap.. Aku balikan mariam sudah malam.. Aku pamit pulang, salam untuk bapak dan ibu mas... Iah nanti mas salamkan hati hati dijalan gilak. Dia tersenyum pada ku tanpa mengucapkan kalimat apa apa. Dasar laki laki setengah aneh ! Aku mengrutu dalam hati. Mas yuda menatap ku sambil senyum senyum, mas lagi kenapa ? Ada yang aneh sama aku hah ?!! Loh kok ade mas yang cantik ini malah marah... 
Pagi yang pas untuk tidur lagi... Cuacanya mendung mendukung sekali hari ini aku libur kuliah... Bisa malas malasan berjam jam di kamar tanpa mandi hihihi... Mariaaaaaaaaam bangun sudah jam berapa ini, ah mas yuda aku tidak ada kuliah hari ini. Aku mengantuk ! Ada gilak di depan kamu mau tidur lagi apa temui dia di depan ?!
Haaaaaahk ! Gilak ? Itu orang benar benar misterius sekali kita kantidak ada janji hari ini mgapain pagi pagi sudah datang, aaah kayanya mas yuda cuman mengerjai aku saja supaya bangun dan mandi... Tuuuh kanbuktinya mas yuda ga ketok ketok kamar ku lagi. Maaaariiiiaaaaam apa perlu aku kasih tau gilak kalau adik ku yang malaas itu belum mandi dan.... Aaaaah nyebelin sekali kamu maaas !!! Aku langsung membuka pintu, iah aku bangun aku mandiiii hiiih. Hahaha  cepat mandi dandan yang cantik mas mau temani gilak ngopi sebentar. 
 Gagal deh acara malas malasan hari ini. Mas gilak emang bener bener heuh. 
Hey mas... Kamu sudah siap ? Hah siap memang kita mau kemana ? Ayo ikut aku saja sekrang tapi dandanan ku.. Tidak usah berhias diri cukup pake itu saja kamu sudah cantik, tuh dengar hahaha mas yuda melirik ku sambil tertawa. 
Baiklah aku ikuti apa mau nya gilak, memang kamu mau bawa aku kemana? Aku mau bawa kamu ke sanggar.. Ada latihan tari disana. Nari? Aku boleh ikut blajar ? Aku sukaaaaa... Iah boleh ade kecil hahaha, baru kali ini aku melihat mas gilak tertawa lepas sambil terpingkal pingkal rasanya aku kok seneng yaah... Kamu ini dasar yah anak bontot manja sekali masih kaya anak kecil ajah tau ga tingkah kamu... Hmmm aku seneng mariam.. Aku melirik nya dan tersenyum.. Di sanggar sudah ada nala dan arga, oh ternyata nala itu pelatih nari disanggar ini.. Hay... Arga melambaikan tanganya padaku.. Nala yang mengajar nari disini mas, iah begitulah ayo masuk... Semua anak anak disini meneriaki nama gilak.. Semua anak anak menyambutnya dengan gembira.. Aku menepi melihat dari kejauhan mas gilak sedang interaksi dengan anak anak.. Triiiiing... Telpon dari edo, 
Hallo...
Apa kabar sayang...
Kamu kemana ajah do, aku kangen
Iah, sama aku jg mariam, besok aku terbang ke solo.. Serius kamu mau kesolo, iah... Adahal yang harus kita slesaikan mariam.. Apa ?! Sebaiknya kita bicarakan nanti saja kalau kita bertemu. Baiklah ...

Mariam... Eh mas, katanya kamu mau belajar nari. Hey nala... Senyum itu berubah tak seindah pertama kali kita bertemu, nala jutek sekali. Apa mungkin nala berpikir kalau aku akan merebut mas gilak dari nya, mungkin sebelum ada aku perhatian mas gilak tercurahkan padanya.. Aku mulai belajar nari tapi aku kagum dengan nala iah bisa berubah sikap lagi saat dia sedang mengajar dia ulet sekali mengajari ku dan anak anak sanggar lainya nala begitu sabar... Dia memberi ku leluasa untuk senyamanya menari... Nala tak seegois yang aku kira.. Dia cukup dewasa kenapa yah mas gilak tidak tertarik padanya dia itu begitu sempurna sehobi dan mungkin idaman para laki laki diluar sana... Aku berjalan menuju bangku di sudut sana kaki ku sedikit linu mungkin aku belum terbiasa dengan pemanasan dan tari tarian ini... Pak akrib tiba tiba datang dan menghampiru ku, nduk cape apa ? Hehehe luamayan lah pak... Ayah bagaimana kabar ? Kapan ke solo lagi. Bilang nya bulan depan ayah kesini lagi pak, alhamdulillah baik pak... Yah sudah bapak tinggal yah mau ajarkan anak anak main gamelan dlu, iah pak.. 
Hey... Eh arga nih minum, makasih.. Cape yah... Yaaaaah lumayan ga, kamu dari mana ? Tadi aku abis hanting lokasi. Udah lancar narinya.. Duh, aku kan baru pertama latihan gmn mau lancar ga kamu ini. Oh iah hahaha... 
Liat deh mereka cocok bgt yah... Cocok ? Belum tentu, loh.. Kok kamu jawabnya gitu gilak.. 
Mariam.. Ayo ikut aku, gilak menarik tangan ku, mas... Mau kemana sih... Ga makasih minumnya.. Ok, jawab arga singkat.. 
Mau kemana mereka ? Tanya nala. Entahlah aku tidak tahu. Ini minum buat kamu.. Nanti aku antar kamu pulang, tapi gilaak ? Dia sudah jalan sama mariam apa kamu mau nunggu lama disini ? Yah terserah... Baiklah aku ikut sama kamu. 
Mas... Kamu itu kenapa ? Tiba tiba tarik aku, tadi kan aku lagi ngobrol sama arga... 
Aku lapar aku ingin di temani makan. Ayo masuk.. 
Di dalam mobil, gilak hanya diam aku memandangnya, ini orang hidupnya kok datar sekali.. Selesailah kita makan. Gilak mengantar ku pulang.. Tak lupa aku ucapkan terimakasih padanya.

Mariam... Aku sampai di solo sekitar jam 3 sore, nanti kita ketemu di tempat biasa... Aku merindukan mu. Edo... 
Pesan singkat yang dikirimkan edo untuk ku, tak ada basa basi kata sayang atau apapun, entahlah aku mulai ragu.... 
Keesokan harinya, aku keluar kampus  jam 5 sore, edo sudah menunggu ku di depan kampus caffe langganan ku.. Edo tak sendiri ada perempuan yang menemaninya disana aku pikir itu ibu edo.. Saat sudah mendekat ternyata bukan, siapa perempuan itu..  Hey sayang... Edo berdiri memapa ku aku memeluknya namun edo enggan merespon dia pasif tak seperti pertemuan yang sebelumnya aku kangeeeeeeen kamu sayang aku usap pipi edo dengan manja, tapi tetap saja edo tak merespon ku dia hanya senyum tak membalas ucapan ku tadi... Mulai ada keganjalan disini, oke baiklah aku mulai tenang tak agresif lagi... Perempuan itu terus memandang ku, hey.... Aku sapa dia, siapa dia edo... Kenalin aku erlina, mariam jabat tangan ku... Mariam.. Duduk lah, aku ingin bicara serius, tapi dia. Aku menunjuk erlina, biar dia disini maksud kamu ? Aneh mau bicara serius tapi kenapa orang lain boleh mendengar ada apa sebenarnya ini apa ada keterkaitan sama perempuan ini. 
Okeh !! Bicaralah aku akan mendengarkan mu. 
Mariam kedatangan ku kesini, aku ingin... 
Edo diam.
Katakanlah sejujurnya tidak usah ada yang ditutup tutupi dari aku. 
Mata ku kaget bukan main saat tangan edo memegangi tangan erlin, dan dia mengatakan bahwa 3bulan lagi mereka akan menikah..
Maaf mariam.. Aku ingin menyudahi hubungan kita berdua, sekeras apapun kita perjuangkan tak akan pernah bisa.. Kita beda agama.. Agama kita sama sama kuat, antara aku dan kamu saja tidak ada yang mau saling mengalah agama mana yang akan di ambil jika kita akan menikah... Aku sudah mempertimbangkan ini semua, dan erlina dia adalah calon istri ku kelak.. Maaf mariam jika ini begitu menyakiti mu, mungkin jalan ini lebih baik... Ini udangan kami datanglah jika sempat... Maaaf kita tak bisa lama lama disini kita pamit mariam... 
Aku coba tenang dan tak meneteskan air mata sedikiiiiiiiit pun !!! Aku terima undangan itu. Tunggu aku hentikan langkah mereka, selamat yah semoga pernikahan kalian berkah. Aku berjalan mendahului mereka, tanpa kata kata apapun aku melewati edo dan erlina.. 
Kita kemana non... Jalan saja aku tidak tau mau kemana.. Pokoknya pak min bawa aku ketempat yang jauh.. 
Dalam mobil aku menangis tanpa henti memandang undangan pernikahan ini... Semua foto foto yang aku simpan dalam ponsel ku seketika aku hapuuuuuuusssss !!!! Tak ada satu foto yang tersisa semua video video yang aku buat dengan edo itu pun aku hapus, apa ini restu mu tuhan.. Apa ini jalan mu tuhan apa semua sudah kau rencanakan mbuat aku terluka membuat aku kecewa terlebih dahulu tuhan.... Rasa nya hati ini begitu pedih mata ku tak hayalnya air yang keluar dari kran mengalir deras air mata ku tak henti ku beristigfar namun tetap saja emosi yang aku punya belum bisa aku tenangkan... Aku minta kepada pak min agar tidak pulang ke rumah terlebih dahulu jam sudah menunjukan 23.30 eang putri dan kakak kakak ku sibuk menelpon aku sama sekali tak aku jawab hp pak min aku sita aku larang dia mengangkat telpon dari siapa saja... 
Pas jam 12 aku kembali kerumah.. Di rumah ada mas yuda eang putri dan gilak mereka menahan aku ada apa dengan mu ? Mas yuda menarik tangan ku gilak mencoba menenangkan aku namun mata ku sudah lelah menangis aku menyingkirkan semua tangan yang menghalangi ku, aku masuk ke kamar dan mengunci pintu. 
Ibu den bagus maaaaaf sekali amin tak angkat telponya, hp amin di pegang mba mariam.. Kemana mariam tadi ? Tadi mba mariam cuman mau menenangkan diri saja di taman dia terus menangis aminbingung bu... Tadi sepulangdari kampus mbariam sempat ketemu orang lalu tidak lama mba minta pulang. Yah sudah nanti ibu tanya pada anaknya.. Sana kamu istirahat, enggih bu. Jangan kabari ibu ayah mu dulu atas kejadian ini eang mau tau dulu dia kenapa, gilak pulang lah dulu mariam sudah ada dirumah sekarang yuda ayo kamu masuk istirahat.

Mariam... Buka pintanya nak, ini eang mariaam... Kamu dengar eang ? Mariaaam... Aku diam memejamkan mata sampai air mata ini lagi lagi menetes ku hiraukan eang mas yuda... Kak mariam ini yasmin kaka buka dooong pintunya yasmin mau di temani main kak... 
Siapa pun itu yang membujuk ku keluar kamar aku sama sekali tak meresponya.

Gilak hari ini kita latihan langsung di lokasi yah.. Aku ga sabar buat pementasan itu, iah nala aku juga sudah tidak sabar... Kamu sedang sibuk telpon siapa ? Oh ini, aku sedang telpon mariam kok dia blm juga sampai sanggar yah.. Ah dia mungkin ga berniat ikut teater kita buktinya saja sudah jam segini dia tidak datang.. Dia bukan tipe orang yang seperti itu, kalaupun dia tidak suka dari awal pasti dia katakan. Kamu ini ngeselin. Nala pergi meninggalkan gilak yang sibuk menghubungi mariam.
Hallo mas yuda, apa mariam ada di rumah ?
Ada kami semua di rumah sedang bingung gilak, mariam dari malam sampai sekarang blm keluar kamar dia tidak mau membuka pintunya siapapun yang membujuk nya tak dia hiraukan, yah sudah mas aku ketumah sekarang. Baiklah kamu hati hati yah gilak.
Sampailah gilak di keduaman mariam.. Semua sangat menunggu kedatangan gilak.. Mereka berharap gilaklah yang bisa membujuk mariam keluar dari kamar, ayo aku antar ke depan kamar mariam... Yuda dan gilak naik keatas.. Tala berlari dari luar mas... Eang... Kenapa tala ada apa ? Tadi aku menemukan ini di mobil apa ini ada sangkut pautnya dengan mariam ?
Tala ada istri dari mahardika kaka kedua mariam. Coba aku liat, undangan pernikahan edo ? Ini... Ada apa mahardika mas... Liat ini tala menemukan ini di jok mobil, edo ? Oh iah aku baru ingat sekarang ibu pernah menceritakan laki laki yang dekat dengan mariam yg bernama edo jadi karena ini mariam menangis mengurung diri kurang ajar laki laki itu!! Yuda sudah buang buang tenaga kamu emosi seperti itu, lebih baik bagaimana caranya kita bisa membujuk adik kamu keluar dari kamar, dan jangan sampai ayah kalian atau masalah ini. Eang tenang saja gilak sedang mencoba membujuk nya. Kita tenang dulu... 

Mariam... Ini aku gilak, jika kamu mendengar ku bukakanlah pintu ini... Mariam... Jangan mengurung diri terus terusan begitu jalan mu masih panjang jangan pernah putus asa atau menyerah jika ada masalah katakanlah ada apa... Mariaaam... Kau dengar aku. Baiklah aku memang bukan siapa siapa kamu setidaknya aku ingin menjadi seseorang yang kamu percaya jika kamu ingin bercerita apapun jangan kau simpan sendiri mariam... Baiklah maaf jika aku menggangu istirahat mu... 

Gilaaaak... Mas gilak... 
Akhirnya kamu buka juga pintu kamar mu, dia berlari menuju ku dan langsung memeluk ku erat sebenarnya mariam ini kenapa akupun tidak tahu inti masalahnya... Bawa akau pergi dari sini aku ingin ketenangan sekarang juga aku mohon mas... 
 Baik lah sekarang kamu ikut aku... 
Aku papah mariam berjalan menuju mobil ku, aku isyarat kan telunjuk di depan bibir ku kepada mereka, aku duduk kan terlebih dahulu mariam di mobil aku kembali masuk kedalam.. Mohon pamit membawa mariam... Eang... Mas aku pamit bawa mariam dulu, kalian tak usah khawatir aku akan menjaga mariam dan aku akan segera beritahu perkembanganya. Hati hati nak, kembalikan cucu ku seperti semula jangan buat dia menangis seperti itu lagi... Monggo aku pamit. Tunggu gilak, iah ada apa mas yuda ? Aku ingin menjelaskan kenapa mariam seperti itu, karena ini..edo adalah kekasih mariam dia datang kesini dan memutuskan hubungan dengan adik ku lalu memberi undangan pernikahanya kedapa mariam jadi mariam ? Baiklah mas aku paham... Aku pamit dulu .

Ini tempat favorit ku kalau aku sedang gelisah, sedang gunda. Ini namanya bukit ketenangan... Pakai jaket ku yah biar kamu tidak kedinginan... Tunggu disini sebentar aku mau ambilkan minuman hangat untuk mu... 

Kenapa ? Ceritalah apa yang kamu rasakan sekarang anggap aku tak ada di samping mu, anggap yang mendengarkan semua keluh kesah mu saat ini hanyalah pepohonan angin dan bukit bukit ini... Jangan di pendam dalam hati mu triakan semua yang kamu rasa sekarang... Yah.. Pejamkan mata mu hirup udara segar ini... Biar kau tenang.
Mariam memejamkan matanya iah mengikuti isyarat gilak... Perlahan lahan dia mulai bercerita.. Masih memejamkan matanya.. 

"Aku lelah... Sudah ku perjuangkan sejauh ini, hubungan yang sebelumnya baik baik saja, saat ku umumkan kalau kita berdua pacaran semua berubah menjadi mengerikan, aku sangat mencintainya aku sangat membanggakan dia dihadapan kedua orang tua ku, walaupun kedua orang tua ku tidak setuju namun aku tetap tak mau meninggalkan nya atas nama cinta yang aku perjuangkan sampai detik ini... Aku dan dia tidak seiman alasan terdalam orang tua ku tak merestui hubungan ku denganya... Aku di pisahkan jarak olehnya aku oindah kuliah dari jakarta ke solo orang tua ku maunya aku putus denganya. Air mata itu mengalir dari sudut matanya dia menangis mungkin begitu sakit hatinya mungkin dia begitu mencintainya. Semua berubah... Semua berubah dan akhirnya dia memutuskan mengahiri ini semua dan menikah dengan pilihan ibunya tuhan tak merestui hubungan ku.. Haaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkksss !!!!! Dia berteriaaak begitu kencang lalu menangis, mariaaaam!!! Dia membuka matanya, aku usap air mata nya yang terus mengalir dari matanya... Jangan pernah putus asa jangan pernah anggap ini semua sudah berahir, dia bisa bahagia kenapa kamu tidak, dia menemukan orang yang menurutnya pas dihidupnya, kamu juga harus bisa. Orang tua mu sama sekali tidak salah.. Mereka ingin yang terbaik untuk anaknya mereka mau anaknya bahagia bukan akan menderita atas penyesalan yang mereka dapatkan kemudian hari. Liat aku. Kamu cantik kamu baik, keluarga mu semua luar biasa kamu patut mendapatkan orang yang luar biasa juga untuk hidup mu kelak jangan putus asa sampai disini... Bangkit dari tamparan yang keras ini jangan melemah dan tunjukan pada dia kalau kamu juga bisa bahagia walau tanpanya. Mariam berenti menangis dia menatap ku. Terimakasih mas... Terimakasih kamu selalu ada untuk ku...aku hanya membalas dengan senyuman. Kami pulang, mariam yang murung sudah berubah ceria... Dia sudah bisa tersenyum. 
Beberapa bulan ini aku dan mas gilak makin akrab, dia rutin menjemput ku kuliah dan mengantar ku pulang... Dia sangat perhatian, kedua keluarga kami sudah begitu dekat. Tidak ada kata pacaran tapi hubungan kami selayaknya orang pacaran... Dan saatulang tahun ku kemarin gilak melamar ku, minggu depan kita akan menikah... Aku sudah siap lahir batin, tak pernah putusku ucap syukur kepada sang maha kuasa... Ayah ibu dan kedu kaka laki laki ku mereka adalah orang orang hebat yang membuat hidup ku sangat bahagia seperti sekarang.
Saat semua menjadi syah, aku syah dipersunting gilak, kini aku sudah syah menjadi istri mas gilak.

Gilak " tak ada kata kata paling indah selain bersyukur atas karunia kasih sayang yang kau berikan pada keluarga ku... Terimakasih ya tuhan kau temukan aku dengan seorang wanita yang lembut hatinya yang begitu membuat aku jatuh hati dan tak mau melepaskan lagi... Kini dia sudah menjadi istri ku, sampai kapanpun aku akan menjaganya dalam keadaan apapun, aku sangat mencintai mu istri ku Mariam azzahra qoriah. "

Mariam " alhamdulillah pengganti mu ujian mu begitu indah yallah aku percaya takdiraku percaya semua yang terbaik yang kau berikan pada umat mu... Laki laki yang kini menjadi imam ku adalah laki laki hebat yang selalu kupanjatkan dalam doa ku... Orang tua tidak akan pernah memilihkan yang salah untuk anaknya. Mungkin dulu aku pernah kecewa mungkin dulu aku pernah menangis pilu namun tuhan maha baik, menggantikan nya dengan sesuatu yang luar biasa aku sangat mencintai suami ku Gilak darma atmaja. 

Tamat.

Minggu, 26 Juli 2015

Nama ku Ari bukan Arin



Ini resiko ku di pandang sebelah mata oleh orang orang sekelilingku... Aku tak menginginkan semua ini terjadi, mungkin sudah takdir tuhan.. Awal nya mereka bilang aku ini tomboy, yah aku tumbuh normal sebagai seorang perempuan.. Aku tak suka pake rok apa lagi pakean serba feminim, kedua orang tua ku tidak memaksa aku harus berpakaian perempuan.. Hobi ku main musik nyanyi dan basket, main futsal juga suka pokoknya hal hal yang biasa para lelaki lakukan aku menyukainya. Tumbuh biasa mungkin aku belum merasakan keanehan, awal pertengahan kelas 3smp aku memangkas habis rambut panjang ku.. Potong cepak. Semua memprotes ayah ku. Ibu dan kakak kakak ku juga demikian. Aku sudah terlanjur memotong rambut ku... 
Aku masih menyukai lawan jenis.. Aku sempat bergonta ganti pasangan.. 
Keresahan ku awal mula saat aku lulus sma.. Entah kenapa keanehan ini mulai muncul.. Aku sudah sama sekali tidak tertarik dengan pria. Entahlah mereka hanya bisa membuat luka.. Aku sakit hati berkali kali karena laki laki, janjinya cintanya perhatianya tak sesuai ucapan semua yang mereka keluarkan dari mulutnya semua hanya kiasan ! Lama kelamaan kok aku lebih nyaman dengan wanita, lebih timbul perasaan ku entahlah aku bingung. Aku lebih tertarik melihat perempuan" jaman sekarang yang cantik dan modis, banyak yang menjodohkan aku dengan laki laki tampan.. Banyaaak sekali mereka suka dengan ku, katanya aku pengertian manis enak dipandang hahaha tapi.. Entahlah lagi lagi aku sudah tak tertarik dengan laki laki. 
Singkat cerita, kini aku sudah memiliki kekasih.. Panggilan sayang ku padanya pie... Dia yang sudah membuat aku berubah.. Banyak yang bilang begitu. Namun aku sayang.. Orang sekeliling ku sudah tau siapa dia.. Banyak yang tak suka keberadaan nya di sisiku namun aku nyaman.. Mungkin cinta ku padanya sudah sepadan seperti kekasih kekasih lainya.. Tak aku pikirkan hal lain selain mencintainya... Entahlah aku harus mulai jujur dari mana dengan keluarga ku saat dimana mereka menyudutkan aku dengan pertanyaan siapa sekarang pacar mu, kapan kamu akan menikah... Tuhan ku maha baik, aku percaya kuasa mu.. Yang kurasakan di jiwa ku sekarang adalah roh seorang laki laki.. Apa sholat ku syah tuhan, aku berpakaian layaknya laki laki.. Karena aku sudah yakin menjadi seorang laki laki sekarang. Aku bukan transgender aku perempuan normal yang jiwanya sebagai laki laki... Aku mencintai ibu ku... Tapi aku belum siap melihat ibu shock atas apa yang aku lakukan sekarang. Tuhan bimbing aku kejalan yang di ridoi mu.. Jika memang kau ridhoi aku seperti ini. Beri aku kekuatan untuk mengatakan kepada semua orang kalau aku ini ari bukan lagi sebagai arin.

~tamat~

Selasa, 14 Juli 2015

Dia masa kelam ku masa lalu ku

Dia masa lalu ku..
Berprofesi sebagai potograper adalah profesi yang sangat penuh tantangan. Aku rizwa 24tahun, tinggal di ibukota yang kata orang kejam. Aku sudah memiliki usaha sendiri punya sebuah majalah fasion dan situs situs yang menjanjikan untuk kelangsungan hidup ku... Mereka bilang aku ini cuek, yah aku terlalu mencintai diriku sendiri tanpa disadari sampai saat ini aku blm juga memiliki kekasih, bukan aku tak tampan, bisa di bilang tampang ku ganteng putih hidung mancung ramput hitam.. Wanita mana yang tidak mau dengan ku, apalagi profesi ku sebagai potografer. Banyak sekali model model cantik yang menggemaskan.. Yang bisa saja aku pacari sehari dua hari atau berbulan bulan, entahlah rasa jatuh cinta kepada perempuan blm muncul lagi... Setelah kepergian dia 3tahun yg lalu.. Wanita yang aku cintai pergi meninggalkan aku dan memutuskan menikah dengan mantan pacarnya.. Dia sosok yang luar biasa untuk. Aku belum bisa menemukan karakter wanita yang sama seperti nevi gadis asli bandung yang begitu aku cintai dulu....
Hari ini ada rapat untuk majalah baru, kabar nya ada model baru.. Biasanya kita panggil artis artis ibu kota yang belum terlalu terkenal. Tapi kali ini kita panggil model baru.. 
Tok..tok..tok...
Yah silahkan masuk, aku menyuruhnya masuk. Aku tidak begitu memperhatikan saat dia masuk aku sibuk dengan email" masuk yang menanyakan jadwal kosong ku, permisi iah silahkan masuk ucap teman ku, raditya dia bagian editing... Kita biasanya memasarkan produk produk anak bangsa seperti kaos kaos distro yang peminatnya kalangan anak muda yang sedang gila mode.
Hari ini kita akan reading sebentar untuk konsep dan pengenalan model di ruangan ini ada pihak dari distro aku dan raditya sebagai editor dan tentunya ada model. Hey siapa nama lo ? Gw gendis... Saat cewe itu mengucapkan namanya suara itu... Aku perlahan menengok model itu, dia hitam manis, tak cantik tapi manis enak di pandang kecil ga seperti model model biasanya yang mungkin sudah banyak diolah... Dia tersenyem pada ku... Oh yah gendis ini kenalin bang rizqy yang punya distro, gw raditya dan cowo yang dari tadi sok cuekin lo itu yang bakal foto lo nama dia rizwa, aku hanya tersenyum pada nya lalu balik lagi membalas email" gw yang sedari belum kelar di balas. Ikeh cukup untuk hari ini gimana kalau kita langsung tag foto saja, oke bang gw setuju sama ide lo.. 
Singkat cerita.. Entah kenapa aku mulai tertarik sama gendis dia itu kalau di foto selalu menarik bikin penasaran... Dia manis kulitnya cantik tak putih tak hitam sawo matang glosy aku suka.. Kita sudah sering komunikasi namun jarang aku tespon yah hanya sekedar basa basi menanyakan kabar saja.. Entahlah aku tidak mau menunjukan kl aku care sama dia... Sering aku kepo instagram dia memandang wajah manisnya hasrat untuk mengenal dia lebih jauh ingin sekali... Dia begitu menggoda pikiran aku.
Iseng aku chat dia lewat line..
Hey...

Hallo mas... Ada projact lg kah hubungin aku heheheh 😊

Hahaha belum ada nih kemungkinan ada minggu depan, lo apa kabar? Dmn skrng

Gw baik mas lg di kemang... 

Kapan bisa ketemu kngn mau foto lo lagi nih hihihi

Uhk serius kngn gw hahaha boleh mas, sabtu besok gw ke studio lo deh mumpung kuliah lagi senggang ga ada jadwal jg.

Ok gw tunggu...

Keesokan harinya... 
Mas... Aku udah jalan nih udah di studio ?

Oke, bentar lagi gw nyampe studio kok. 

Siiiip deeh mas hati" dijalan yaaah... See you mas

Ok.
Sampailah aku distudio, sepi yah emang aku sengaja ga ngundang radit. Cuman pengen berdua ajah sama gendis... 
Suara mobilnya si kenal, oh... Gendis udah datang.
Hey mas... 
Hay... 
Dia itu tomboy, tapi kalau di dandanin apa ajah bisa cocok pas diliatnya enak buat gw yang biasa foto orang. Yah begitu menariklaah...
Sepu bgt bang radi kemana ? Dia lgi jalan ke bogor sama cewe nya. Nah mas kapan jalan sama cewe mas ? Hahahaha tau ah. Kok ketawa mas emg pertanyaan aku lucu yah. Iaaah lucuuuu bgt kaya kamu sambil ku cubit pipinyaa aduuuuh sakiiit apa siii mas cubit cubiiit aku... Aku mulai menggodanya jadi mau aku cubit apa aku cium hiiih maaas... Dia salting ternyata ketika aku goda.. 
Mas... Aku mau di foto seperti ini clasik banget kan aku suka clasik mas... Oke siap boleh sebentar aku beresin propertinya dulu km pilih kostumnya ajah dulu trs dandan yah... Aku usap rambut panjang nya.
Setelah semua selesai aku intip dia sedang berdandan di depan kaca melenggaklenggok rambutnya terurai panjang aku memperhatikan dia dari kejauhan entah kenapa hasrat untuk mendekati nya semakin kuat.. Apa aku sudah mulai jatuh cinta ? Aaah tidaaak aku tidak boleh membuka hati dulu sebelum tau dia itu siapa sebenarnya. Hey mas... Dia membuyarkan lamunan ku. Kok nglamun sih siniih dong... Aku berjalan menuju dia, dari pada disana mandangin gw dari jauh, mending disini mas, senyumnya itu manis sekali aku makin mengagumi dia... Lo itu seperti bunglon yah.. Kok gitu ? Iah di dandanin macam apa ajah keren manis cantik, hahaha udah ah jangan ngegombal muluuuu... Aku usap lagi tambutnya dia hanya diam memandang ku... Yuk foto mungkin dua salting lagi. 
Dari hari itu kami sering bertemu di luar studio dan sering sekali jalan... Dan pada suatu ketika di caffe saat kita sedang mengobrol dia menceritakan semua, dirinya dan disitulah aku tau dia sudah memiliki kekasih. Yang tadinya hati ku mulai membuka sedikit, sepontan enggan menyinggung nya lagi... Tapi.. Biasanya aku tak bisa senyaman ini dengan wanita, apa aku mulai menyukainya.. Dia memandang ku selalu dengan senyum manisnya gigi gingsul yang menghiasi wajah itu.
Dari caffe kita jalan menuju studio, niat nya iseng si aku godain dia... Mas... Ngeliatin aku gitu kenapa? Tidak aku hanya senyum dan terus memandang nya.. 
Hingga suatu hari terjadi hal diluar pikiran ku... Aku dan dia begitu mestranya bercumbu.. Kami begitu menikmati tak ada kecanggungan lagi di antara kita.. Aku mendapatkan kepuasan rasanya ruang yang kosong setelah ditunggalkan 3tahun silam kini terobati olehnya... Bukan cuman sekali dua kali aku melakukan nya dengan dia.. Kami sering sepakat bertemu untuk sekedar melepas rindu kami tak terikat hubungan.. Aku menghargainya yang sudah memiliki kekasih.. Sebenarnya hasrat ingin memilikinya ada, tapi aku tak mengungkapkan nya. Aku belum siap. Dan aku berpura pura hanya sekedar ingin bercumbu saja denganya tanpa mengakui bahwa aku sudah mulai jatuh hati padanya... 
Aku melakukanya di kediaman gendis dia sudah memiliki rumah sendiri di daerah tebet, hari itu hujan deras sekali kita habis jalan berdua, aku mengantar nya pulang.. Dia bilang jangan pulang dulu sebelum hujanya reda, iah.. Aku menyutujuinya.. Hari itu tidak ku sangka aku bertemu denganya untuk yang terakhir kalinya, dia tidak cetita jika akan pergi... 
Dua hari kemudian.. Kuat sekali rasa rindu ini, aku ingin sekali bertemu dengan nya, semua no hp, dari mulai sosmednya tidak ada respon saat aku hubungi, rasa hati ingin bertemu denganya.. Aku datang ke kediamanya.. Rumah itu sepi sekali... Aku coba ketuk pintu itubekali kali namun sama sekali tak ada jawaban.. Maaf mas... Mau perlu sama siapa yah, ada ibu ibu setengah baya mendekati ku.. Oh iah bu, aku ingin ketemu dengan pemilik rumah ini, kemana yah.. Ohh.. Mas nyari mba gendis yah, mba gendis sudah seminggu mas pindah, pindah ?? Kemana ? Kl kemana mananya saya kurang tau mas.. Oke bu trimakasih... Langsung aku pergi dari kediaman gendia menuju studio, kenapa hati ini langsung sedih saat mendengar dia pergi, kenapa rasa kegilanganya sama seperti 3tahun yg lalu... Kenapa aku yang selalu memungkiri tidak mencintainya tidak membawa perasaan sangat kehilangan dia... Kenapa radanya sakiiit sekali... Apa aku sudah mencintainya... Munafik sekali aku. Tak berani ungkapkan prasaan ku sendiri... Haaaaaaaaaagk !!!!!!! Dalam mobil aku berteriak melajunya dengan kecepatan tinggi amatah ku memuncak yah... Sakitnya ditinggal untuk kedua kalinya... Aku tak suka cintaaaaaaaaaaa !!!! 
Sampailah di studio aku habya diam memandang laptop, kamu aneh sambung radit, kemarin aku tu seneng liat kamu semangat, ga cuek lagi ga masa bodo lagi... Kenapa sekarang kamu mulai lagi.. Banyak diam masabodih lagi acuh lagi.. Sama seperti waktu kamu ditinggalin mantan kamu. Aku tak menjawab pertanyaan raditya masih diam... Memandang laptop dengan foto gendis. Pikiran ku sungguh tidak konsen aku benar benar kehilangan...aku bodoh kenapa tidak dari dulu mengatakan bahwa aku mencintainya. 
Setahun sudah, sudah sedikit lupa aku dengan nama gendis, dan sifat cuek ku terhadap lawan jenia semakin yah... Aku menutup diri sementara ini. 
Malam malam email baru masuk.. Jam 12 malam pas ! Tadinya tak mau aku buka... Email itu bernama. Adeli.G.braja, oke siapa tau ini projact baru buat aku, iseng aku buka.. Isinya.. 
" mas... Rizwa, apa kabar ?
Ada jadwal kosong kapan? Aku boleh booking mas buat foto di apartmn ku di tanggerang.. "

"Boleh ? Maaf sebelumnya dengan siapa saya bicara?

"Adeli.... Nama ku, mas... Jam berapa dan kapan bisa langsung datang saja ke apartmn ku mas..."

Oh, ok salam kenal, hub : 0854737711 saja itu nomer hp ku nanti sekalian sms alamat lengkapnya  hari minggu kamu bisa ? Minggu ini aku free bgmn bisa ?

" baik mas, oke minggu ini aku tunggu."

Wanita misterius itu, buat aku penasaran ku laju mobil ku dengan kecepatan stabil... Dari ketikan nya tak asing gaya bahasanya.. Dan yang buat aku kepikiran cuman gendis yang panggil aku mas.. Biasanya orang yang baru kenal aku hanya sapaan rizwa saja. Ah mungkin ini hanya kebetulan saja.
Sampailah aku di apartmn yang di maksud. Langsung aku masuk menuju lantai 7 tempat dia tinggal, tliiing...tliiiing.... Ku pencet bel tak ada yang membukakan.. Apa dia tidak ada di dalam, coba sekali lagi.. Ku dengar langkah kaki mendekat perlahan pintu itu terbuka, saat pintu terbuka... Astagaaaaaa... Dia memandang ku dengan senyum aku hanya diam melonglong losong tak ku sangka didepan aku adalah gendis wanita yang slama ini aku cari keberadaanya. "Ayo masuk..." Dia mengajak ku masuk, rasanya canggung sekali aku banyak diam sepertiorang yang baru kenal lagi. Rasanya ingin aku memeluk tubuh mungil itu dan ucapkan di lekuk yelinganya bahwa aku ini sangat merindukanya. Dia tidak banyak biarca tak menanyakan kabar ku sekalipun, hanya menyuruh ku bersiap siap untuk memotret, tak lama pemotretan selesai... Dia berbaring di tempat tidur dengan kemeja putihnya.. Aku menjauh di sudut duduk melihat hasil foto tadi mas.... Sini dia memanggil ku untuk mendekat, mas.... Iyah sebentar, aku berjalan menghampirinya... Tidur sebelah ku.. Pintah nya. Akupun berbaring disampingnya, dia menyenderkan kepalanya di pundak ku.. "Apa kabar gendis.. Tanya ku, baik mas... Tanganya mulai memeluk ku.. Aku diam, kamu sudah punya kekasih ? Tiba tiba dia menanyakan itu pada ku. Belum singkat aku jawab. Ku tarik tangan yang sedari melingkar di perut ku, aku kecup bibirnya yang tipis aku peluk erat tubuhnya ku dekap terus ku dekap... Kita melakukan hal yang serupa seperti kemarin... Disss... Aku berbisik di telinganya, aku sangat rindu... Aku tidak mau kehilangan kamu... Aku mulai mencintai mu dis... Jangan pergiiiii.... 
Dia dekap mulut ku lalu mencium dengan mestra jangan banyak bicara mas... Nikmati saja hari ini aku suka... Tapi aku ingin jawab mu aku serius mencintai mu dis...  Kamu tidak perlu memiliki aku dengan setatus cinta.. Silahkan jika kamu mencintai ku, silahkan nikmati apa yang kau mau dari aku.. Tapi maaf aku tak bisa kamu miliki seutuhnya mas 3bulan lagi aku menikah.. Dan akan pergi jauh dari indonesia.. Jadi nikmati hari ini selama aku masih ada untuk mu.. Rasanya emosi ku mulai terbakar aku diam... Melepaskan tubuhnya yang sedari tadi aku peluk... Dia menciumi aku jangan emosi, hari ini aku milik mu... Dia mulai menggoda ku meneluk ku lagi. 
"Jika mencintai seseorang lebih baik jujur dati awal, jangan munafik mengungkapkan nya.. Kalau tidak mau kehilangan yang sekian kalinya itu sangat menyakitkan"
Tamat-

Rabu, 24 Juni 2015

Perjalanan mimpi aneh ku yg ke kedua

Saat aku tertidur aku bermimpi... Ada dua orang yang satu aku kenal dia dan yang satu asing dia memperkenalkan pada ku bahwa itu adalah bapaknya. Awal nya dia cerita tentang orang yang sedang ia kagumi. Katanya dia menyukai wanita ini namun engga mengatakanya karena takut saat dia mengatakanya dia akan pergi dan tak sama lagi sikapnya padanya.. Sang bapak menatap ku aneh dia tersenyum seperti mengisyaratkan bahwa orang yang di ceirtakan anaknya itu aku. Aku sekrang berada di dalam rumah masa kecil ku dulu. Yah kembali lagi sebenarnya aku sudah lama keluar dari rumah itu, namun entah kenapa di setiap mimpi ku selalu berada disana.. Masih sama posisi ruangan barang barang tak ada yang di rubah persis sama seperti aku masih tinggal disana.. 
Kagetnya aku dan bertanya pada mereka, ini bendera kuning? Siapa yang meninggal... Mereka bilang di rumah ini ada penusukan lalu mereka bilang juga korbanya wanita... Dia masih menceritakan. Sosok wanita yang ia kagumi sedangkan aku berpikir kebingungan, yang ada di rumah ini hanya aku dan dua tamu ku yang sekarang sedang mengobrol dengan ku.. Lalu aku lihat orang yang sedari tadi berbicara padaku berjalan dengan segrombolan orang dia memakai baju biru, menuju jalan pemakaman di depan rumah ku dulu... Lah aku menunjuk dia yang berjalan tanpa menengok aku ! Sejak kapan dia kembar ? Lantas siapa yang sedang bicara pada ku sekarang... Kemudian aku pamit kepada mereka berdua untuk mengunjungi teman SD ku.. Saat aku berjalan menuju rumah nya lagi lagi aku di kagetkan oleh banyak orang berkumpul banyaaaaak sekali di tempat main ku dulu... Mereka semua perempuan memakai mukenah semuaaaaa banyaaaak sekali. Dalam perjalanan ku, aku selalu bertemu teman teman masa kecil ku dulu.. Aku tersenyum menyapa rasanya bahagia sekali... Aku terus berjalan menuju rumah sahabat kecilku dulu.. Dan aku temui seorang laki laki yang sama sekali tak aku kenal, dia memperkenalkan dirinya kepada ku kalau dia adalah suami dari sahabat ku yang aku cari... Lalu dia mempersilahkan masuk anehnya rumah ini sama seperti dulu tak ada perubahan yang aku tau dari mamah rumahnya itu sudah di renovasi, kemudian aku masuk lewat belakang ada ibunya sedang memandikan bayi... Lalu aku tanya siapa ini, ibu nya menjawab kalau ini cucunya jadi bayi kecil itu anak sahabatku... Aku tanya pada ibu nya mana tika sahabat ku bernama tika, lalu ibunya menunjuk ke jalan menuju teras depan rumahnya... Bertemulah aku dengan tika kami saling salam berpelukan dan lagi lagi aku sangat merasa bahagia... Dan keanehan kembali muncul disini seperti tempat pertemuan manusia banyak sekali manusia manusia yang entah dari mana datang nya saling bertegur sapa. Saling bergerombol... Lalu semua yang ada disini bukan teman teman SD ku lagi teman SMP ku juga banyak... Aneh !! Dari mulai orang orang yang dekat dengan ku dulu... Orang orang yang aku suka, mantan mantan ku sampai orang orang yang menyapa ku namun aku tak kenal sama sekali.. Anehnya laki laki yang memakai baju biru itu ada lagi dia duduk di sebrang sana menatap ku namun wajahnya tak tampak jelas dia tersenyum... 
Semua teman teman ku mengabarkan kalau mereka ingin segera menikah dan mengajak ku untuk datang... Setelah perbincangan itu kemudian aku pulang, anehnya lagi saat aku brangkat dan pulang aku berpapasan dengan mantan ku kalah aku masih SMP dlu dia sama sekali tak menyapa ku dia diam hanya menatap ku dan berlalu... Aku kembali berjalan pulang, kerumunan orang di tempat main ku waktu kecil itu masih ada mereka masih mengenakan mukenah berdiri dan berdoa, ada beberapa teman SD dan SMP ku disitu aku menyapa nya mereka terlihat bahagia sekali aku dipeluk ya eraaaat sekali... Kemudian aku kembali berjalan pulang... Sesampainya dirumah, bendera kuning sudah tidak ada rumah ku tampak sepi tak berpenghuni dan dia bersama bapaknya menghilang entah kemana... 
Pertanyaan ku siapa wanita yang di tusuk itu. Siapa laki laki yang berbaju biru itu dan siapa bapak itu... Dan ada apa dengan teman teman ku... Dan apa kata kata terahir dia tentang mengagumi wanita yang ia sukai itu. Yah mungkin ini hanya mimpi namun rasanya aku ingin tau apa arti dari mimpi ku ini.

Mungkin akan ada saatnya duniaku bukan duniamu begitupun sebaliknya

Seseorang yang selalu ada disaat aku bahagia susah dan jenuh...
Dia begitu setianya...
Dia begitu tulus nya...
Namun aku. Tak lebih dari pengecut yang kadang menjauh kadang mendekat karena takut sayang ini semakin kuat memeluk ku dalam keadaan yang sebenarnya tak boleh terjadi... 
Aku terlalu munafik mengatakan jangan pernah jauh jangan pernah pergi...
Aku takut bila terus mendekat yang dulu terulang lagi.. Mengharapkan mu... Menunggu mu.. Lalu kau pergi begitu saja..
Katanya... Semakin ku dekati semakin menjauh, semakin kujauhi semakin mendekati... Kamu ingat dulu, itu sama seperti kamu lakukan dulu kepadaku.. Yah sudahlah biar cerita dulu ku tutup rapat. Dan yang sekarang kita nikmati cerita kita yang tak pernah ada ujung nya selalu bersama sama membawa rasa yang sama sama tak mau menjauh yang sama sama membutuhkan namun tak bisa disatukan. Ibarat kata aku ini cinta terselubung mu... Hay kau aku tak mau semua berubah kacau aku ingin tetap bersama saat aku butuh, saat kau butuh kita selalu ada. Rasanya aneh jika kita saling diam... Rasanya hambar jika kita saling menjauh.. Entahlah apa esok kita akan seperti ini senjadi sosok yang tak saling mengenal. Aku harap tidak !