Rabu, 22 April 2015

siapa dia ?

Siapa kamu yang masuk dalam mimpi ku.

Selepas malam.. Ku pejamkan mata hingga aku terlelap tidur, dalam tidur ku waktu itu.. Aku bermimpi seseorang yang sebelumnya tak pernah aku impikan, aku tak mengenalnya, bahkan belum pernah rasanya bertemu orang itu..
Dia tampan, putih berambut hitam tipis, hidung nya sangat mancung. Di dalam mimpi ku, sahabat sahabat ku hadir, mereka bilang... Laki - laki ini sudah lama mengagumimu, menginginkan dekat dengan mu.. Dia ingin menjalin hubungan baik dengan mu, dia menyukai mu.. Laki - laki itu tersenyum pada ku, dia terus tersenyum maniiiiis sekali, tak mengeluarkan sepata katapun hanya menatap ku dan terus tersenyum. Aku yang sedari tadi hanya melolong tanpa berkedip membisu memandang wajahnya.
Lalu... Aku terbangun dan sampai sekarang aku penasaran siapa orang yang ada di dalam mimpi ku itu, laki laki tampan yang belum pernah aku temui sebelumnya kenapa bisa masuk dalam mimpi ku...
Apa dia jodoh ku ? Apa dia yang kelak akan bersama ku yang begitu mencintai ku.. Entahlah ini masih dalam rahasia tuhan, setiap malam aku berdoa supaya di mimpi ku kelak dia datang lagi... Namun sayang kini dia tak pernah hadir, tuhan yang maha pengasih.. Engkau begitu tau apa ingin ku... Beri aku yang terbaik tuhan atas rahmat mu.. Atas jalan yang kau ridoi untuk ku, jika dengan ini kau temukan aku dengan seseorang yang begitu mencintai aku, pertemukan aku.. Dalam keadaan baik.. Jika ini awal dari kebaikan ku.. Tunjukan apapun itu untuk ku tuhan.. Hanya engkau yang maha tau atas segalanya... Insyallah aku ikhlas...
Karena keputusan yang engkau berikan pasti yang terbaik..

Kamis, 12 Februari 2015

"Rindu untuk dota"

Rindu untuk dota..

Hey... Kau yang ada di sebrang sana..
Dota....
Apa kabar mu..
Aku harap selalu baik-baik saja, disini aku pun baik-baik saja jika kamu mau tahu kabar ku..
Andai waktu itu bisa terulang kembali, aku dan kamu bisa saling sapa canda dan bertemu lagi seperti waktu itu..
Namun sayang.. Kini potretmu dan canda tawa khas mu hanyalah kenangan yang aku bingkai indah di hati ini..


Dota...
Waktu begitu cepat berlalu.. Datang tiba-tiba dan pergi begitu saja.
Gadis kecil yang selalu merindukan mu disebrang sini memandang mu dari kejauhan.. Kau tampak tampan rupanya aku mulai mengagumi mu.. Ah rasanya takut hati ini.. Entahlah aku tak sepadan dengan mu. Mungkin biar saja seperti ini aku mengagumimu dari kejauhan, tanpa semua orang tau yah... Tanpa kamu tau juga.
Rindu ku pada dota...
Hanya nama itu yang selalu aku ingat
Dota...dota...dota... sampai lucunya masuk kedalam mimpi ku berungkali hahahaha... Nampak nya aku mulai bodoh. Semoga kita di pertemukan dalam keadaan baik, salam ku untuk dota..


Jumat, 23 Januari 2015

Rasanya Sendu Sahabat ku... part 2

Keesokan hari nya aku bertemu lagi dengan ari, dia..mengingatkan aku pada kakak pertama ku, penyayang.. Lembut dan menghormati perempuan, kini komunikasi kami, bisa di bilang lancar, dia memiliki hobi gila game, perkenalan ini sekali lagi bukan untuk menyembukan luka kehilangan ku, dia hanya butuh teman bukan seorang kekasih.. Sepertinya riwayat kenangan bersama mantanya itu sama seperti ku, dia sudah 2,5tahun menjomblo dan enggan lagi mencari pacar.. Mungkin dulu dia sudah benar benar mencintai lalu di kecewakan, yah entahlah aku tak mau membahas itu.. Semua orang punya alasannya masing" untuk membuka lembaran baru kembali.. Hati manusia siapa yang tau, " El kenapa kamu, mau jalan dengan ku.. Ga ngajak orang lain, el.. Jangan terlalu berharap dengan ku yah.. Setiap teman teman ku yang menjomblangkan aku selalu gagal, aku itu susah sekali didekati perempuan, aku blm mau terikat pacaran, jadi kamu mungkin akan buang" waktu.. Hahahah aku tertawa PD kamu ri.. Siapa yang mau mendekati mu, aku juga menganggap mu hanya sebatas teman saja. Tenang saja ri.." Lalu kami lanjutkan makan, dalam hati.. Aku dipertemukan oleh tuhan dengan orang yang masih mengenang masalalu nya sama seperti aku lucu sekali dinamika hidup ini.

Waktu itu singkat...
Dia kini hadir lagi kembali lagi, datang lagi..
Laki laki itu sebenarnya tak tergantikan sampai sekarang, namun entah kenapa ada rasa takut yang kadang aku juga tidak tau menjelaskan nya dari mana,
Tahun yang baru...
El... Bagaimana kamu dan ari, sampai mana ? Tanya sahabat ku, aku hanya tersenyum simpul sudahlah jangan dipermasalahkan itu kita hanya berteman, aku sendiri saja masih merindukan dia, aku belum bisa untuk mencintai orang lain, kamu payah el.. Besok kita keluar yuk, aku akan mengenal kan laki laki baru untuk mu.. Jangan bilang kamu tidak tertarik dia asik tak jaga image pokoknya gokil deh dia satu hobi,  maksud mu ? Satu hobi dengan ku. Yah.. Dia suka menggambar dia suka musik yg sama dengan mu dia suka edit edit ga penting yah pokonya dia kamu bamget deh.. Baiklah besok ajak aku bertemu dengan dia, hahahahaha... Loh ! Kok kamu malah ketawa, kenapa? Lucu kamu el.. Iah nanti aku kenalkan sama kamu besok, dandan yang cantik yaaah... Aaah kamu jangam buat aku minder lagi, aku tak bisa dandan cantik seperti wanita wanita kekinian.

Keesokan harinya....
Yuk aku udah siap, celoteh el..
Kamu mau kemana.. Ini masih pagi el, dia jg belum bangun sabaaar lah ngebet banget mau move on hahahaha, sialan lagi lagi aku di ketawain.
Tok...tok...tok..
Iah sebentar... Lah.. Kamu ! Kok kamu ada di siniii.. Ngapain
El... Siapa el...
Eh tamunya udah datang...

Minggu, 21 Desember 2014

Rasanya Sendu Sahabat ku...

Ketika...
Sunyinya hati memaksa ku untuk benar-benar fokus dalam pekerjaan.. Sampai lupa rasanya di perhatikan oleh orang yang menyayangi ku, sebenarnya jika aku membuka mata, banyak seseorang yang peduli tulus mencintai ku dan ingin mendapatkan aku, hanyassaja aku belum berani membuka hati untuk kesekian kalinya, otak dan hati ku masih sama fokus ke satu tujuan yang kemarin sempat gagal, aku belum bisa lupa dengan nya yang pernah hidup bertahun tahun dengan ku...

Para sahabat ku memotivasi ku agar aku tak terus menerus terpuruk bahkan seolah olah aku gila karena ini, kata mereka yang sudah usai jangan di nanti untuk kembali, ada saat nya yang usai tak bisa harus kembali... Carilah orang baru memberi warna batu kebahagiaan baru dan situasi baru untuk hidup mu.. Kamu layak mendapatkan kasih sayang indah nya cinta dari orang yang mempertjuangkan mu.. Bukan kamu yang terus menerus memperjuangkan aku.. Pelan pelan saja membuka hati, jangan berpikir kamu harus dengan nya jangan paksakan.. Bila tidak terjadi kamu sanggup menerima kekecewaan? Jika tuhan tidak mengijinkan apa kamu terus akan menunggunya walau dia disana sudah bahagia dengan orang lain, jangan menyengsarakan dirimu sendiri bangun tegakan kepala mu, kamu cantik kamu baik kamu pun layak dicintai dan mendapatkan kebahagiaan yang sama..

Aku hanya diam mematung menatap secangkir teh yang sedari tadi belum aku sentuh hingga tak lagi hangat, malam minggu besok kita keluar jangan merenung di dalam kamar mu, aku bosan melihat mu lusu tak bergairah seperti ini, poles sedikit wajah mu.. Percantiklah seperti biasanya.. Aku saja malas memandang mu apalagi orang lain. Jangan memikirkan hal negatif saja bangkitlah cinta tak datang sekali itu saja.. Masih banyak lain aku pulang, aku sayang kamuh...

Rika sudah seperti kakak ku sendiri, kami berteman sejak kecil dan kini kita sudah sama sama dewasa, dia orang yang sangat dekat dengan keluarga ku, dia orang yang selalu ada untuk ku, dia orang yang selalu menghiburku dimana aku sedang sulit berdiri..

Kemarin aku baru saja dikenalkan oleh sahabat ku, mas.. Dia memperkenalkan aku dengan laki laki sebaya ku, anaknya baik, entah kenapa aku tak merasa sehati.. Menurut ku ini terlalu cepat, ini terlalu singkat pertemuan kita saja baru sekali umur pertemanan kita saja baru seumur minggu, rasanya logika ku tak menerima, dia sudah mengatakan cinta bahkan sayang, menurut aku sayang tak timbul begitu cepat.. Aku saja belum tahu sebenarnya dia siapa, kata orang cinta dan sayang tak mengenal berapa lama kita berkenalan kalau sudah cocok pasti sayang dan cinta itu timbul dengan sendirinya.. Namun bagi ku semua butuh proses tak sesingkat itu, mungkin kalian akan berpikir bahwa aku masih memendam masa lalu dan belum bisa bangkit dari kisah sebelumnya.. Sebenarnya bukan itu asal kalian tahu saja, setiap aku dekat dengan orang lain aku selalu melibatkan mamah walau tak langsung, karena mamah ku pernah mengatakan prinsipnya, jangan pandang seseorang dari fisiknya lihatlah tiang pondasinya lihat ibadahnya.. Mamah cuman mau nanti jika kamu mencari calon iman. Iman mu bisa menuntun mu kejalan kesempurnaan ibadah.. Harta bisa dicari kebahagian bisa dicari namun orang yang bisa menuntun ke hal seperti itu sulit sekali apalagi kamu hidup dijaman yang moral berantakan seperti ini, mamah harap ada secuil laki laki seperti itu, mungkin mamah gagal menuntun mu tapi mamah harap ada seseorang yang kelak akan menuntum mu dalam kesempurnaan ibadah mu.. Seseorang ya g ahli ibadah pasti dia akan menghormati istrinya lebih dari siapapun.
Malam minggu ini rika datang ke rumah ku dia bersama pacar nya dan mereka membawa teman laki lakibya yang akan diperkenalkan oleh ku, dia tinggi, putih bersih dan tampan heheh namanya ari, setelah itu kita berempat keluar malam minggu ngopi.ngopi nongkrongdi kedai sederhana pinggit jalan kota kecil tercinta ini, hujan menambah hangatnya obrolan kami ccanda tawa renyah mengakrabkan kita berempat, lanjut setelah itu kita jalan jalan sebentar lalu tak lama kita pamit untuk berpisah.. Dah.. Ari sampai ketemu keesokan hari, el semoga kamu bisa tersenyum saat hadirnya orang baru sekarangdi hidup kamu el.. Ia rika, tapi aku takut tak begitu percaya diri.. Lalu, rika menatpaaku dan memegang tangan ku, dia tersenyum memandang ku dengan senyuman khas nya gigi siung yang runcing menambah manis senyuman nya. Jangan pernah bicara begitu, kamu baik, kamu cantik, hati mu baik, kamu layak mendapatkan yang lebih baik.. BuBukalah perlahan kenali dia sebagai teman mu dulu.. Semoga awal yang baik.. Aku hanya diam dan ku balas dengan pelukan hangat, ayo kita tidur sudah hampir pagi.. Malam anak mamah.. Lalu dia menarikan selimut nya ke tubuhku, karena udara malam ini begitu dingin.

Rabu, 10 Desember 2014

Bimbang...

Kata mereka aku ini pecundang...
Kata mereka aku ini terlalu berlarut larut dalam kepedihan..
Sedang kan yang aku lakukan ini benar, namun kata mereka aku ini salah..
Siapa yang harus disalah kan jika hati ku masih terkunci dan belum ingin membuka hati untuk laki laki selanjutnya. Semua orang ingin di cintai, semua perempuan pasti ingin sekali di sanjung dan disayang sepenuh hati.. Namun jika hatinya belum bicara di paksa sekeras apapun untuk membuka hati rasanya seperti membuka gembok tanpa kunci sulit.

Kata orang aku ini bodoh...
Meninggalkan yang peduli..
Meninggalkan yang mencintai..
Meninggalkan yang menyayangi...

Demi sesuatu yang belum tentu ku raih kembali..
Namun itulah bahagia ku dia ada di sana sebrang jalan yang kini aku belum bisa gapai kembali...

Rupanya aku terlalu semangat menggapai keinginan ku yang belum tuntas aku dapatkan
Rupanya aku masih begitu menggebu- gebu ingin sekali lagi mendekapnya.
Rupanya aku lupa... Banyak seseorang yang sangat peduli bahkan lebih peduli dengan apa yang aku ingin kan.. Namun sekali lagi aku tegaskan... Itu bahagia ku walau aku lewatinya dengan titisan air mata.. Walau semua orang anggap aku ini bodoh ! Biarlah... Aku yang merasakan ada kepuasaan hati yanh terdalam jika aku mendapatkan bahagia ku kembali.

Kemarin... Aku tertawa
Tangis ku seketika hilang..
Laki laki baru datang silih berganti menghampiri ku, dengan perhatian yang berbeda dengan lelucon konyol mereka, dan ada juga yang sedikit membuat ku kesaaaal.
Mereka unik, baik, entahlah aku belum paham mereka masih baru untuk ku...

Aku takut...
Takut membuka hati, bukan aku takut gagal yang sekian kalinya bukan pula aku takut di kecewakan, namun aku takut, karena aku belum yakin dan belum mau membuka hato untuk orang lain...
Yang aku takut kan aku berpura pura mencintai mereka.. Menyayangi mereka selayak nya benar benar mencintai mereka, tapi sebenarnya hati dan pikiran ku masih tertinggal disana.. Tempat yang entah aku bisa menggapainya kembali atau tidak...
Aku tidak mau cinta yang kumiliki hanya pelampiasan ego semata..

Biar semua menjadi pribadi ku, kapan pun ku mulai mencari cinta..
Yang ku harap aku bisa memilih yang baik tanpa jeda dari tuhan...
Aku tak peduli kata orang..
Aku tak peduli mereka bilanh bahwa aku ini perempuan yang tak memiliki ke inginan untuk pergi dari cinta yang lama..
Dunia ku terlalu indah untuk di lenyapkan begitu saja..
Karena aku yang menjalani bukan kalian...
Cinta ku masih disini...

Sabtu, 06 Desember 2014

Katakan Rindu

Hujan mengiri alunan musik clasik ku menjadi sendu dan haru.. Mamah.. Kau dimana sekarang, tega nian kau tinggalkan aku sebatang kara dalam rumah yang cukup besar ini.. Mamah... Kenapa harus berjuang hingga keluar negeri bisa kah kau pulang dan mencari nafkah disini saja, melihat ku tumbuh menjadi gadis yang sekarang akan menuju dewasa putri semata wayang mu yang kehilangan kasih sayang oleh ke egoisan orang tua nya.. Andai saja papah tak meninggakan kita demi wanita lain, andai saja mamah tak pergi ke arabia mungkin aku akan tumbuh menjadi gadis dewasa yang luar biasa bahagianya..

Apalah artinya harta berlimpah jika semua tak di barengi olrh kasih sayang orang tua, aku sangat kesepian sangat....

Hujan kembali datang ...
Ku tutup tirai jendela yang sedari tadi membuka..
Ku baringkan tubuh ku di atas tempat tidur.. Memejamkan mata berharap esok ada kabar istimewa yang aku terima dari mamah..
Mamah.. Yang selalu aku tindukan hadirnya.. Datanglah mah.. Kr mimpi ku, sejenak saja.. Aku ingin sekali dipeluk mu.. Aku ingin sekali di belai mu.. Aku ingin sekali berada dalam pelukan mamah...

Katakan bahwa mamah disana juga merindukan ku...

Stasiun Simpang Tiga

Di stasiun ini kita di pertemukan kembali.. Di stasiun ini kita pun di pisahkan kembali, kamu.. Pergi untuk mengejar cita cita mu meninggalkan aku di kota kecil ini, dengan bejuta kata manis menenangkan ku..

Rasanya sudah lama kau tak pulang.. Rindu ku sudah menumpuk kasih, kamu terlalu sibuk disana, sampai lupa ada aku yang menunggu mu disini..
Hey sayang... Aku rindu...
Bbm ku hanya di read tanpa ada balasan,
Aku coba mengerti mungkin kondisi mu disana sedang begitu sibuk,
Sayang... Jangan lupa makan yah kamu jaga kesehatan, aku selalu memberi perhatian padanya walau tanpa ada balasan..

Kini kita tak lagi berbicara sebatas menanyakan kabarpun tidak apa lagi menanyakan sedang apa.. Kamu pura pura tak peduli untuk menjauhi aku atau disana sudah ada pengganti ku yang lebih asik..

Rasanya tak adil, apa aku yang bodoh! Apa aku yang terlalu memaksakan apa aku yang begitu menginginkan apa aku yang begitu teropsesi dengan mu.. Aku tau diri siapa aku, aku tau diri...

Kembali aku mencoba mengabari mu, kapan kamu pulang, apa sudah tak rindu dengan ku.. Aku sangat ingin bertemu kamu..
Dia akhirnya menjawab " aku akan pulang pekan depan, pasti aku akan menemui mu.."
Rasanya hati ku tenang, setiap lingkar kalender aku silang memberi tanda berharap hari semakin cepat berlalu, aku begitu merindukan mu.. Sangat merindukan mu..

Akhirnya hari yang ku tunggu datang juga, aku berangkat dari rumah pukul 1 siang, dia blang akan sampai stasiun jam 2, dagdigdug jantung ini rasanya.. Hampir 2 jam aku menunggu disini kereta sudah tiba kenapa aku tak melihat mu.. Kemana kamu.. Tatapan ku mengalih keseluru sudut sudut stasiun ini, tapi tak ku lihat sosok mu.. Aku kembali duduk, menelpon mu tapi tak ada jawaban sms sama sekali tak kau balas, sebenarnya kamu pulang atau tidak. Hampir 3 jam aku menunggu di stasiun, tak lama kemudian sms singkat datang dari mu.. " maaf aku ketinggalan kereta, aku tak jadi pulang hari ini maaf".
Tuhan aku hanya minta kuatkan hatiku.. Jangan menangis disini, berharap yang tak mungkin terjadi aku malu... Aku malu...  Setega ini kamu padaku. Rasanya hancur kecewa ingin marah tapi aku tau diri, kini aku sudah menjadi masalalunya yg tak akan dia ingat lagi.. Mungkin aku terlalu lupa, jika kita bukan lagi sepasang kekasih.
Pantas saja jika aku sudah tak dipentingkan, mungkin dia sudah menemukan seseorang yang membuatnya lupa jika disini ada aku yang masih melihat nya dari belakang..

Aku kembali pulang.. Dengan keadaan lusu tak bersemangat, aku terlalu meratapi kepedihan ku, yang tak terbalas.. Kenapa ? Sepertinya kamu begitu berusaha menjauhi ku,
Tak mungkin menyalakan waktu tak mungkin menyalakan keadaan mungkin aku terlalu takut melepas mu.. Mungkin aku terlalu pecundang mengakui semua yang sudah berbeda, 2 pekan kemudian aku pulang.. Dia mengirim pesan singkat, tapi kenapa aku takut jika kejadian yg lalu terulang lagi.. Aku jalan dari rumah jam 2 menuju stasiun, duduk sebentar kereta itu datang lagi lagi aku gemetar entah rasanya bahagia campur aduk, aku melihatnya aku melihatnya hey.. Aku melambaikan tangan ku, dia tersenyum padaku.. Rasanya ingin sekali memeluk mu.. Hay.. Dia menghampiri ku, apa kabar.. Baik baik sekali jawab ku, dia menatapku dengan senyum yg begitu menawan, aku tak sanggup ingin segera memeluk mu.. Sayaaaaang... Dari belakang dia berdiri seorang gadis seumuran ku berlari menuju kami berdiri, kamu kok tinggalin aku si, dia siapa.. Tanya ku, hm.. Mereka saling menatap, dia tak menjawab pertanyaan ku, perempuan itu yang mengulurkan tanganya dan mengenalkan dirinya bahwa dia adalah kekasihnya. Aku tersenyum simpul, dia cantik sangat cantik aku mundur selangkah rasanya aku tak pantas berdiri disamping mereka, aku tau diri sekarang aku tau kenapa dia sudah tak peduli lagi pada ku, mata ku sudah panas menahan air mata yg mungkin sebentar lagi jatuh, cantik yah.. Ku ucapkan pada mereka selamat yah.. Pasangan yg cocok, dia menatap ku begitu tajam, entah apalah arti tatapan itu.. Sayang aku mau ke toilet dlu yah kta perempuan itu.. Lalu kami saling bertatapan, dia tak hentinya menatap ku, aku tersenyum.. Maafkan aku, aku tidak tau kl kamu sudah memiliki kekasih baru, kl aku tau aku tak akan mengganggu mu lagi.. Maaf yah.. Maaf.. Aku masih saja mengusik mu.. Maaf aku masih mencintai mu.. Aku berbicara sambil menangis karena sudah tak bisa ku bendung lagi sakitnya kenyataan ini.
Stasiun ini saksi cinta kita dulu dan saksi usainya cinta kita sekarang. Salahkah jika aku belum bisa membiarkan cinta mu pergi dari hati ku.